
JAKARTA - Pemerintah akan menghapus pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial (IPA IPS) di SD dan menggantinya dengan
pelajaran sikap. Revisi ini nantinya berlanjut ke SMP dan SMA.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Khairil Anwar mengatakan, dari
hasil diskusi yang berkembang di kementerian maka
pelajaran di sekolah
tingkat dasar akan lebih ditekankan kepada bagaimana membentuk anak yang
disiplin, jujur dan bersih.
Sehingga mata pelajaran yang akan diajarkan nantinya di SD ialah
pelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn), Pancasila, Bahasa
Indonesia dan Matematika dasar saja. Namun meski disederhanakan mata
pelajaran ini akan disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar (SKKD). “Jadi misalkan penilaian di pelajaran Agama. Tidak hanya
praktek salat saja yang dinilai, namun dinilai juga apakah dia suka
menjahili teman atau apakah dia suka mencuri?” katanya di Gedung
Kemendikbud, Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Dia mengatakan, perubahan ini terkait dengan revisi kurikulum pendidikan
nasional yang sudah tidak mengikuti perkembangan zaman. Dia
menjelaskan, kurikulum pembentukan sikap ini akan memakan korban
penghapusan pelajaran IPA IPS di SD. Penghapusan kedua mata pelajaran
ini juga sebagai akibat pengurangan jam belajar karena pelajaran
pembentukan sikap ini tidak lagi terkait dengan transfer ilmu Sains.
Untuk SMP pelajaran yang akan diberikan akan terfokus kepada pelajaran
keterampilan melihat dan melakukan sesuatu yang dapat dilihat dengan
mata. Kemungkinan IPA dan IPS masih tetap ada meskipun jam belajarnya
tidak terlalu tinggi. Sementara pelajaran di SMA mulai mentransformasi
keterampilan tersebut dengan ilmu pengetahuan yang lebih tinggi.
“Kurikulum ke depan itu harus lebih banyak ke proses obsurvei atau
bagaimana mengamati, mempertanyakan dan bagaiaman meniru dan bagaimana
melaporkan. Saat ini kita menilai anak-anak lemah dalam melaporkan.
Orientasi lain dalam penyederhanaan kurikulum ini juga supaya kita lebih
fokus (dalam memberikan mata pelajaran) dan tidak menganggap semua
(mata pelajaran) seolah-olah itu penting. Lihat saja sekarang, anak SD
banyak punggungnya memar karena terlalu banyak bawa buku,” tukasnya.
Guru Besar Ilmu Statistik Institut Pertanian Bogor (IPB) ini
menambahkan, ujian akhir nantinya tidak hanya berbentuk pilihan ganda,
namun bagaimana siswa itu mengimplementasikan pelajaran agama ke
masyarakat.
Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2012/09/27/373/696092/pelajaran-ipa-dan-ips-akan-dihapus

